Archive for Juni 2016
Pengertian, manfaat perlindungan terhadap aspek-aspek (confidentiality, integrity, availability) pada Information Security Management System (ISMS).
ISMS (information security management system) atau sistem manajemen keamanan informasi adalah istilah yang muncul terutama dari ISO/IEC 27002 yang merujuk pada suatu sistem manajemen yang berhubungan dengan keamanan informasi. Konsep utama ISMS untuk suatu organisasi adalah untuk merancang, menerapkan, dan memelihara suatu rangkaian terpadu proses dan sistem untuk secara efektif mengelola keamanan informasi dan menjamin kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan aset-aset informasi serta meminimalkan risiko keamanan informasi.
Standar ISMS yang paling terkenal adalah ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27002 serta standar-standar terkait yang diterbitkan bersama oleh ISO dan IEC. Information Security Forum juga menerbitkan suatu ISMS lain yang disebut Standard of Good Practice (SOGP) yang lebih berdasarkan praktik dari pengalaman mereka. Kerangka manajemen teknologi informasi (TI) lain seperti COBIT dan ITIL juga menyentuh masalah-masalah keamanan walaupun lebih terarah pada kerangka tata kelola TI secara umum.
Information Security Management Maturity Model (dikenal dengan ISM-cubed atau ISM3) adalah suatu bentuk lain dari ISMS yang disusun berdasarkan standar-standar lain seperti ISO 20000, ISO 9001, CMM, ISO/IEC 27001, serta konsep-konsep umum tata kelola dan keamanan informasi. ISM3 dapat digunakan sebagai dasar bagi ISMS yang sesuai dengan ISO 9001. ISM3 berbasis pada proses dan mencakup metrik proses sedangkan ISO/IEC 27001 berbasis pada kontrol.
Standar ISMS yang paling terkenal adalah ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27002 serta standar-standar terkait yang diterbitkan bersama oleh ISO dan IEC. Information Security Forum juga menerbitkan suatu ISMS lain yang disebut Standard of Good Practice (SOGP) yang lebih berdasarkan praktik dari pengalaman mereka. Kerangka manajemen teknologi informasi (TI) lain seperti COBIT dan ITIL juga menyentuh masalah-masalah keamanan walaupun lebih terarah pada kerangka tata kelola TI secara umum.
Information Security Management Maturity Model (dikenal dengan ISM-cubed atau ISM3) adalah suatu bentuk lain dari ISMS yang disusun berdasarkan standar-standar lain seperti ISO 20000, ISO 9001, CMM, ISO/IEC 27001, serta konsep-konsep umum tata kelola dan keamanan informasi. ISM3 dapat digunakan sebagai dasar bagi ISMS yang sesuai dengan ISO 9001. ISM3 berbasis pada proses dan mencakup metrik proses sedangkan ISO/IEC 27001 berbasis pada kontrol.
System development life cycle / SDLC
PENGERTIAN SDLC
Siklus hidup pengembangan sistem ( System development life cycle / SDLC ) adalah tahapan aktivitas yang harus dikerjakan oleh pengembang sistem untuk menghasilkan sebuah sistem yang dapat dioperasikan pada organisasi pemakai sistem.
PERENCANAAN SISTEM (SYSTEM PLAN)
Perencanaan sistem mencakup identifikasi subsistem dalam sistem informasi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan.
Tujuan Perencanaan:
Mengidentifikasi masalah yang perlu diatasi segera ataupun untuk kepentingan di masa yang akan datang Memanfaatkan sumberdaya secara tepat pada target subsistem yang paling membutuhkan
Menghindari dan meminimalkan duplikasi dan hasil yang sia-sia Agar pengembangan sistem konsisten dengan perencanaan stratejik organisasi secara keseluruhan
Obtain Support Of Top Management
• Sangat penting bagi pengembang sistem untuk mendapat dukungan dari manajemen puncak perusahaan pemakai sistem. Namun tidak berarti pengembang sistem selalu mengikuti kemauan manajemen
• Peran pengembang sistem seperti dokter kepada pasien, yang menentukan obat apa yang diperlukan pasien sesuai dengan hasil diagnosenya, bukan sesuai dengan yang diinginkan pasien
Organize Steering Committee
. Dewan pengarah (steering committee) mewakili manajemen puncak dan seluruh fungsi utama dalam
organisasi.
. Tanggungjawab utama Dewan Pengarah adalah memfokuskan kebutuhan perusahaan akan informasi
sekarang dan masa yang akan datang.
. Perlunya adanya wakil dari manajemen puncak (misal, wakil presiden direktur bidang sistem informasi) agar sistem yang dibangun cocok dengan perencanaan strategik perusahaan secara keseluruhan.
. Perlunya adanya wakil dari seluruh fungsi utama agar sistem yang dibangun sesuai denga kebutuhan para pengguna.
Clarify Objectives And Constraints
. Tujuan pembuatan sistem harus seirama dengan tujuanumum organisasi dan tujuan khusus bagian-bagian yang ada dalam suborganisasi.
. Tujuan umum meliputi tujuan-tujuan strategis keseluruhan yang berkaitan dengan siklus perencanaan jangka panjang.
. Tujuan khusus merupakan tujuan yang bersifat taktis yang berjangka waktu 1 s/d 3 tahun dan merupakan bagian dari tujuan strategis
Clarify Objectives And Constraints
• Contoh, untuk pengendalian pruduksi perusahaan harus menetapkan tujuan khusus berikut:
– Meyakinkan bahwa semua pekerjaan akan diselesaikan sesuai
dengan waktu yang dijanjikan
– Meminimalkan pemborosan bahan baku
– Meminimalkan waktu menganggur
– Meyakinkan tingkat pengendalian kualitas yang tinggi
Berdasarkan tujuan tersebut perancang sistem dapat mengembangkan laporan-laporan khusus. Misalnya tersedianya laporan penggunaan waktu, unit-unit yang ditolak, dll
Clarify Objectives And Constraints
• Tujuan pembuatan sistem juga harus terkait dengan faktor-faktor
penentu kesuksesan organisasi.
• Faktor penentu kesuksesan adalah karakteristik yang membedakan
perusahaan dari pesaingnya dan merupakan kunci untuk mencapai
kesuksesan, misalnya kecepatan pelayanan, kualitas produk, harga
yang rendah.
• Contoh, perusahaan yang memiliki tujuan kunci yang berkaitan dengan
waktu pengiriman yang cepat akan menginginkan informasi mengenai
keterlambatan pengiriman sebagai bagian dari sistem pengirimannya
Prepare Strategic System Plan
• Rencana sistem strategis (strategic system plan)
merupakan rencana tertulis yang berkaitan dengan sasaran
jangka pendek dan jangka panjang dalam hal
pengembangan sistem perusahaan.
• Elemen-elemen kunci strategic system plan:
– Pernyataan menyeluruh faktor-faktor penentu kesuksesan dan
tujuan-tujuan perusahaan keseluruhan.
– Diskripsi sistem di perusahaan yang memerlukan pengembangan.
– Pernyataan mengenai prioritas yang menunjukkan area mana yang
merupakan prioritas tertinggi.
– Garis besar sumber daya yang dibutuhkan, mencakup biaya,
kepegawaian, dan peralatan.
– Kerangka waktu tentatif yang diperlukan untuk pengembangan
sistem khusus
Siklus hidup pengembangan sistem ( System development life cycle / SDLC ) adalah tahapan aktivitas yang harus dikerjakan oleh pengembang sistem untuk menghasilkan sebuah sistem yang dapat dioperasikan pada organisasi pemakai sistem.
PERENCANAAN SISTEM (SYSTEM PLAN)
Perencanaan sistem mencakup identifikasi subsistem dalam sistem informasi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan.
Tujuan Perencanaan:
Mengidentifikasi masalah yang perlu diatasi segera ataupun untuk kepentingan di masa yang akan datang Memanfaatkan sumberdaya secara tepat pada target subsistem yang paling membutuhkan
Menghindari dan meminimalkan duplikasi dan hasil yang sia-sia Agar pengembangan sistem konsisten dengan perencanaan stratejik organisasi secara keseluruhan
Obtain Support Of Top Management
• Sangat penting bagi pengembang sistem untuk mendapat dukungan dari manajemen puncak perusahaan pemakai sistem. Namun tidak berarti pengembang sistem selalu mengikuti kemauan manajemen
• Peran pengembang sistem seperti dokter kepada pasien, yang menentukan obat apa yang diperlukan pasien sesuai dengan hasil diagnosenya, bukan sesuai dengan yang diinginkan pasien
Organize Steering Committee
. Dewan pengarah (steering committee) mewakili manajemen puncak dan seluruh fungsi utama dalam
organisasi.
. Tanggungjawab utama Dewan Pengarah adalah memfokuskan kebutuhan perusahaan akan informasi
sekarang dan masa yang akan datang.
. Perlunya adanya wakil dari manajemen puncak (misal, wakil presiden direktur bidang sistem informasi) agar sistem yang dibangun cocok dengan perencanaan strategik perusahaan secara keseluruhan.
. Perlunya adanya wakil dari seluruh fungsi utama agar sistem yang dibangun sesuai denga kebutuhan para pengguna.
Clarify Objectives And Constraints
. Tujuan pembuatan sistem harus seirama dengan tujuanumum organisasi dan tujuan khusus bagian-bagian yang ada dalam suborganisasi.
. Tujuan umum meliputi tujuan-tujuan strategis keseluruhan yang berkaitan dengan siklus perencanaan jangka panjang.
. Tujuan khusus merupakan tujuan yang bersifat taktis yang berjangka waktu 1 s/d 3 tahun dan merupakan bagian dari tujuan strategis
Clarify Objectives And Constraints
• Contoh, untuk pengendalian pruduksi perusahaan harus menetapkan tujuan khusus berikut:
– Meyakinkan bahwa semua pekerjaan akan diselesaikan sesuai
dengan waktu yang dijanjikan
– Meminimalkan pemborosan bahan baku
– Meminimalkan waktu menganggur
– Meyakinkan tingkat pengendalian kualitas yang tinggi
Berdasarkan tujuan tersebut perancang sistem dapat mengembangkan laporan-laporan khusus. Misalnya tersedianya laporan penggunaan waktu, unit-unit yang ditolak, dll
Clarify Objectives And Constraints
• Tujuan pembuatan sistem juga harus terkait dengan faktor-faktor
penentu kesuksesan organisasi.
• Faktor penentu kesuksesan adalah karakteristik yang membedakan
perusahaan dari pesaingnya dan merupakan kunci untuk mencapai
kesuksesan, misalnya kecepatan pelayanan, kualitas produk, harga
yang rendah.
• Contoh, perusahaan yang memiliki tujuan kunci yang berkaitan dengan
waktu pengiriman yang cepat akan menginginkan informasi mengenai
keterlambatan pengiriman sebagai bagian dari sistem pengirimannya
Prepare Strategic System Plan
• Rencana sistem strategis (strategic system plan)
merupakan rencana tertulis yang berkaitan dengan sasaran
jangka pendek dan jangka panjang dalam hal
pengembangan sistem perusahaan.
• Elemen-elemen kunci strategic system plan:
– Pernyataan menyeluruh faktor-faktor penentu kesuksesan dan
tujuan-tujuan perusahaan keseluruhan.
– Diskripsi sistem di perusahaan yang memerlukan pengembangan.
– Pernyataan mengenai prioritas yang menunjukkan area mana yang
merupakan prioritas tertinggi.
– Garis besar sumber daya yang dibutuhkan, mencakup biaya,
kepegawaian, dan peralatan.
– Kerangka waktu tentatif yang diperlukan untuk pengembangan
sistem khusus
Diberdayakan oleh Blogger.